Selasa, 31 Mei 2011

Penyakit Parasitik Pada Telinga Kucing

Otodectic mange adalah penyakit pada saluran telinga luar pada kucing dan anjing yang disebabkan oleh tungau Otodectes cynotis. Otodectes cynotis merupakan parasit yang menyerang pada saluran telinga. Memiliki 4 stadium pertumbuhan yaitu telur, larva, nimfa dan dewasa. Siklus hidup dari telur hingga menjadi dewasa membutuhkan waktu 21 hari atau 3 minggu dengan masa hidup sekitar 2 bulan. Tungau ini tidak membuat kanal atau terowongan di kulit, tapi melukai kulit secara terus-menerus denganmulutnya sehingga dapat menyebabkan peradangan kulit saluran telinga luar atau otitis parasitik (otodektik atau otokariosis) yang disertai dengan iritasi yang hebat. Investasi tungau ini juga menyebabkan pinggiran kulit di saluran telinga menebal, sehingga mengakibatkan saluran telinga menyempit yang mana akan mengganggu kemampuan pendengaran penderita. Peradangan yang berlangsung terus-menerus menyebabkan peningkatan eksudat radang dan apabila ada infeksi sekunder dari bakteri maka akan menghasilkan leleran nanah yang berbau busuk. Hal ini juga akan menyebabkan rasa gatal sehingga kucing sering menggaruk dengan kaki atau menggosok-gosokkan telinganya pada obyek yang keras. Otodectes cynotis tidak menyebabkan rusaknya gendang telinga. Tetapi adanya infeksi sekunder yang disebabkan bakteri atau jamur seperti Staphylococcus aureus, Proteus sp, Pseudomonas sp dan Candida sp dapat menyebabkan kerusakan selaput gendang telinga. Kerusakan telinga bagian tengah menyebabkan hewan kehilangan keseimbangan, disorientasi dan gangguan syaraf lainnya. Otodectes cynotis seringkali ditemukan di kepala atau kulit tubuh bagian luar.

Pada tanggal 11 maret 2011, kucing ‘Mauris” diperiksakan oleh pemiliknya ke Rumah Sakit Hewan Pendiikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dengan keluhan adanya keropeng pada kulit sekitar leher di bawah telinga, gatal dan sering menggaruk-garuk bagian telinga dan leher. Pada telingabagian dalam terlihat adanya kotoran telinga berwarna hitam kecoklatan dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah dilakukan pembersihan telinga menggunakan cotton bud, kotoran telinga diambil sedikit untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopis dan ditemukan adanya Otodectes cynotis, maka kucing Mauris di diagnosis Otodectic mange.

Salah satu terapi untuk penderita otodectic mange adalah injeksi ivomec. Ivomec merupakan anti parasit yang banyak digunakan untuk sapi, domba dan unta dengan spektrum yang luas yang diberikan secara injeksi maupun oral. Ivomec cukup efektif sebagai kontrol parasit baik interna maupun eksterna yang dapat mengganggu kesehatan maupun produktifitas hewan. Ivomec mengandung 1,0 w/v larutan steril dari ivermectin. Ivermectin adalah derivat dari Avermectin yang merupakan agen anti parasit dengan spektrum luas dan memiliki efektifitas yang tinggi. Ivermectin diisolasi dari fermentasi mikroorganisme tanah Streptomyces avermitilis. Cara kerja ivomec adalah dengan memparalisa dan membunuh parasit dengan cara menyerang sistem syaraf dari parasit. Pada dosis terapi, ivomec dapat ditoleransi oleh hewan selama tidak memprenetasi sistem syaraf pusat. Kontra indikasi dari ivomec tidak boleh diberikan pada hewan bunting karena ivomec bersifat teratogenik yang dapat menyebabkan kematian pada janin.

Terapi yang dilakukan dengan injeksi ivomec 0,2 cc secara subcutan. Pemberian ivomec secara sistematik sangat efektif pada dosis 0,3 cc / Kg BB secara subcutan selama 2 minggu untuk 2 kali pengobatan. Pengulangan pemberian ivomec secara subcutan lebih lama daripada pemberian secara oral. Pada pemberian secara oral terkadang tidak semua obat yang diberikan bisa masuk secara sempurna sehingga ada kemungkinan dosisnya tidak sesuai. Pemberian secara oral bisa dilakukan setiap minggu untuk 3-4 minggu. Pemberian ivomec dilakuan setiap minggu selama 3-4 minggu karena siklus hidup Otodectes cynotis dari telur hingga dewasa adalah 21 hari, sedangkan ivomec bekerja dengan meningkatkan pelepasan Gamma Amino Butyric Acid (GABA) di sistem syaraf parasit, sehingga impuls syaraf parasit akan mengalami gangguan dan tidak akan bekerja (lumpuh). Ivomec berperan untuk mengontrol Otodectes cynotis dewasa dan mencegah terjadinya menetasnya telur tungau.

Pemberian injeksi Duradryl 0,2 cc secara subcutan sebelum pemberianinjeksi ivomec akan sangat membantu, mengingat duradryl sebagai anti histamin yang akan berikatan dengan reseptor histamin sehingga dapat mengurangi reaksi alergi tubuh. Dipenhydramin HCl yang terkadung didalam duradryl berfungsi untuk mengurangi reaksi alergi (gatal-gatal) yang disebabkan oleh ektoparasit. Anti histamin muncul untuk berkompetisi dengan histamin untuk menempati tempat reseptor sel pada efektor sel. Dipenhydramin HCl memiliki onset of action yang cepat didistribusikan secara luas keseluruh tubuh termasuk ke sistem syaraf pusat. Beberapa bagian dari obat tersebut diekskresikan melalui urin dan sisanya di metabolisme oleh hepar. Kontraindikasi dari obat ini tidak boleh diberikan pada hewan laktasi maupun hewan usia muda, serta hewan yang memiliki hipersensitifitas.

7 Komentar:

Vancojero mengatakan...

nice artikel,,,, bermanfaat thanks
iya kalo sempat mampir ke blog ane juga gan,,,,,
KLIK DISINI

Website Health mengatakan...

Salam super ... Hehehe ( Mario Banget ) Tulisan dalam artikel ini sangat menarik buat saya baca, saya senang membaca hal - hal yang baru dan semoga artikel ini menambah wawasan saya dalam kegemaran membaca.kedepannya semoga bisa lebih baik dan lebih fress kontennya, agar si paman Google yang Baik hatinya itu mau memberikan penghargaan berupa PARERANK dan BACKLINK yang Banyak berikut
Alexa-nya hehehe. By Admin www.labfis.net

Sigit Prayogo mengatakan...

Amiiiiin.. Amiiin ya Robbal'alamin...
Ni kebetulan lagi libur blogging untuk beberapa waktu dulu... cz gi sibuk ngurusi sesuatu yang perlu di urus, sehingga urusan jadi ter-urus dan bisa kembali ke jalan yang lurus....

Dokter Anak mengatakan...

makasih untuk infonya ^_^

Sigit Prayogo mengatakan...

@Dokter Anak: Oh iya dok.. makasih telah berkunjung... ^^

Anonim mengatakan...

info yang menarik
o, ya seinget saya ivermectine (kandungan dalam ivomec) bisa diberikan pada hewan bunting
coba cari aja di referensi
karena saya pernah baca ivermectin termasuk Drugs safe for Pregnancy. saya baca di buku Emergency Procedures for the Small Animal Veterinarian.

BUDI UTOMO mengatakan...

salam kenal dari blogger tulungagung